Kemampuan Susu Kuda Liar Dengan Berbagai Waktu Inkubasi Terhadap Daya Hambat Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Isi Artikel Utama
Abstrak
Susu kuda liar Sumbawa diyakini mengandung bioaktif yang bersifat antimikroba dan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang membuat susu mengalami autofermentasi dan menghasilkan metabolit antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antimikroba susu kuda liar Sumbawa dalam menghambat pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan empat sampel susu dari empat kuda yang berbeda yang berasal dari Pulau Sumbawa yang dibagi kedalam lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok perlakuan I1(susu tidak diinkubasi), I2 (susu diinkubasi 12 jam), I3 (susu diinkubasi 24 jam), I4 (susu diinkubasi 36 jam), dan kelompok I5 (susu diinkubasi 48 jam), sebagai kelompok kontrol terdapat 2 kelompok menggunakan ciprofloxacin (K-) dan aquadest (K+). Metode pengujian potensi antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, kemudian pengukuran diameter zona hambat (DZH) menggunakan jangka sorong. Masing-masing data dianalisis dengan uji statistik menggunakan uji One Way-ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey apabila terdapat perbedaan signifikan. Hasil yang didapatkan yaitu, secara umum perhitungan DZH menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (p<0,05) antara kelompok susu kuda dengan kelompok K- dan K+. Namun peningkatan waktu inkubasi pada susu kuda (I1,I2,I3,I4,I5) tidak menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan (p>0,05). Kesimpulannya susu kuda sumbawa tanpa inkubasi maupun yang diinkubasi hingga 48 jam memiliki kemampuan daya hambat pertumbuhan koloni bakteri yang sama baiknya.